Jumat, 06 Februari 2015
Jumat, 30 Januari 2015
Jumat, 23 Januari 2015
Mulai Build Papercraft Lagi
Postingan pertama di tahun 2015. Udah sekian minggu gak posting di blog, bingung mau posting apa, posting hasil build papercraft aja deh, bikin yg simple dulu. Densus 88.
Jumat, 19 Desember 2014
Warning..!!
Written by Rauf Raphanus
Siapapun, kapanpun, dengan alasan
apapun, jadikanlah Cutting mat mu sebagai Alas Potong. Fungsinya memang
diciptakan seperti itu. Jangan jadikan Cutting mat sebagai Alas untuk nge-Lem.
Loh, kenapa ga boleh kena lem?
Karena Cutting mat yang sudah terkena
lem, apalagi lem garis keras (Lem G, PowerGlue, lem tembak, dll) akan berkurang
kemampuan Self healingnya.
Gimana ngebersihinnya?
Ya agak susah sih kalo di'kupas'
satu-satu. Coba basuh pakai air hangat dengan sedikit sabun. Sedikit aja,
jangan banyak-banyak sabunnya. Selain itu, coba bersihkan pakai Lakban hitam
yang agak lebar. Gunanya untuk mengangkat serpihan-serpihan mata cutter kecil
di permukaan cutting mat.
Kalo punya Cutting Mat tapi belum ada
noda lem nya gimana?
Ya bagus. Jangan dinodain lah.
Gimana? Punya pengalaman cutting mat
kesayangannya kena lem?
Jumat, 12 Desember 2014
Kisah Suami Istri Yang Mengharukan
Dalam versi novel kisah ini
berjudul “Belenggu Cinta Suamiku” yang merupakan Kisah Suami Istri yang
Mengharukan dan sangat inspiratif. Diharapkan, setelah membaca kisah cinta
suami istri mengharukan ini menjadi inspirasi buat sahabat semua untuk menjadi
suami istri yang baik, selalu setia dan mengerti serta memahami satu sama
lainnya.
Aku membencinya, itulah yang
selalu kubisikkan dalam hatiku hampir sepanjang kebersamaan kami. Meskipun
menikahinya, aku tak pernah benar-benar menyerahkan hatiku padanya. Menikah
karena paksaan orangtua, membuatku membenci suamiku sendiri.
Walaupun menikah terpaksa,
aku tak pernah menunjukkan sikap benciku. Meskipun membencinya, setiap hari aku
melayaninya sebagaimana tugas istri. Aku terpaksa melakukan semuanya karena aku
tak punya pegangan lain. Beberapa kali muncul keinginan meninggalkannya tapi
aku tak punya kemampuan finansial dan dukungan siapapun. Kedua orangtuaku
sangat menyayangi suamiku karena menurut mereka, suamiku adalah sosok suami
sempurna untuk putri satu-satunya mereka.
Ketika menikah, aku menjadi
istri yang teramat manja. Kulakukan segala hal sesuka hatiku. Suamiku juga
memanjakanku sedemikian rupa. Aku tak pernah benar-benar menjalani tugasku
sebagai seorang istri. Aku selalu bergantung padanya karena aku menganggap hal
itu sudah seharusnya setelah apa yang ia lakukan padaku. Aku telah menyerahkan
hidupku padanya sehingga tugasnyalah membuatku bahagia dengan menuruti semua
keinginanku.
Di rumah kami, akulah
ratunya. Tak ada seorangpun yang berani melawan. Jika ada sedikit saja masalah,
aku selalu menyalahkan suamiku. Aku tak suka handuknya yang basah yang
diletakkan di tempat tidur, aku sebal melihat ia meletakkan sendok sisa
mengaduk susu di atas meja dan meninggalkan bekas lengket, aku benci ketika ia
memakai komputerku meskipun hanya untuk menyelesaikan pekerjaannya. Aku marah
kalau ia menggantung bajunya di kapstock bajuku, aku juga marah kalau ia
memakai pasta gigi tanpa memencetnya dengan rapi, aku marah kalau ia
menghubungiku hingga berkali-kali ketika aku sedang bersenang-senang dengan teman-temanku.
Jumat, 05 Desember 2014
Jumat, 28 November 2014
Step/Logika Unfolding di Pepakura Designer
Dari
pengalaman saya, begini step/logika dalam unfolding di Pepakura Designer:
1.
Pastikan ukuran 3d model sudah sesuai
dengan ukuran paper model yang kita inginkan, misal kita ingin tinggi 60 cm,
maka sudah diukur benar. Lalu pastikan scale di Pepakura adalah 1.0
2.
Atau kita bisa atur ukuran paper model di
Pepakura Designer, caranya : Open file 3d di pepakura lalu klik unfold (auto).
Lalu terlihat ukuran model jadi di bawah kanan. H itu tinggi, W itu Lebar, D
itu panjang, semua dalam mm. Lalu bisa kita ubah scalenya di "Change Scale
of Development", ubah2 persenan sampai ukuran sesuai yang kita inginkan.
3.
Sembunyikan semua flap (matikan Show Flap)
4.
Ambil kertas A4, lalu zoom monitor sampai
ukuran pinggir kertas di monitor sama dengan ukuran kertas A4 asli tadi. Lalu
periksa semua bagian apakah ada parts yang lebih kecil atau sama dengan 2 mm,
jika ada, maka batalkan unfold dan balik lagi ke 3D. Lalu edit bagian yang
terlalu kecil tersebut.
5.
Balik lagi ke Pepakura ulangi step
sebelumnya. Gunakan Join/Disjoin Face untuk mengedit part yang berantakan.
Sisihkan bagian yang belum kita edit di bagian bawah, agar kita bisa fokus.
6.
Gunakan Rotate Part untuk memutar part agar
lurus/rapi
7.
Gunakan pedoman simetris sebisa mungkin
dalam mengatur "bukaan" tiap bagian, kecuali part memang tidak bisa
simetris. Contoh unfold kubus/balok, bukaan part harus tegak lurus (di rotate)
dan kalo kita lihat dari atas, bagian kiri dan kanan pada kubus/balok itu
sebisa mungkin sama atau mendekati.
8.
Dalam mengatur bukaan sebaiknya kita
membayangkan kita sedang merakit bagian itu, apakah mudah, apakah sulit ataukah
ada cara yang lebih efisien, untuk bisa melakukan itu dengan lancar perlu
latihan.
9.
Layout / susun semua bukaan part dengan
rapi.
10. Hidupkan
kembali flap, jangan kaget pasti akan kelihatan berantakan lagi.
11. Atur
besarnya flap secara seragam.
12. Edit /
switch letak flap dengan teratur. Ingat pedoman simetris. Lebih enak memotong
flap2 yang berjejer lurus dibanding memotong flap yang acak. Contoh pada bentuk
silinder. Defaultnya pepakura akan menaruh flap di bagian yang bundar, padahal
sulit bagi kita memotongnya, pindahkan flap ke bagian sisi tegak silinder,
biarkan bagian yang bundar tanpa flap.
13. Jika
merasa lelah/ pusing terlalu banyak part yang di unfold, pada next model coba
unfold per bagian, misal bikin robot, unfold bagian kepala dulu baru kemudian
badan dan seterusnya.
Langganan:
Postingan (Atom)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)

